Ditulis
pada 13 May 2012 Oleh ardika-zein-fst08 | Kategori : Umum
Kandungan Binahong
Berdasarkan hasil penelitian, daun binahong mengandung
saponin, alkaloid dan polifenol (Annisa, 2007). Saponin merupakan senyawa
aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Penyarian senyawa saponin akan
memberikan hasil yang lebih baik sebagai antibakteri jika menggunakan pelarut
polar seperti etanol 70% (Harborne, 1973).
Saponin
Saponin adalah glikosida triterpena dan sterol yang
telah terdeteksi dalam lebih dari 90 suku tumbuhan. Saponin merupakan senyawa
aktif permukaan dan bersifat seperti sabun, serta dapat dideteksi berdasarkan
kemampuan membentuk busa dan menghemolisis sel darah. Triterpen tertentu
terkenal karena rasanya,terutama kepahitannya. Pencarian saponin dalam tumbuhan
telah dirangsang oleh kebutuhan akan sumber sapogenin yang mudah diperoleh.
Saponin dan glikosida sapogenin adalah salah satu tipe glikosida yang tersebar
luas dalam tumbuhan (Harborne, 1987). Dikenal dua macam saponin, yaitu
glikosida triterpenoid alkohol dan glikosida dengan struktur steroid. Kedua
saponin ini larut dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam eter (Robinson,
1995).
Polifenol
Senyawa fenol meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari
tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu
atau dua penyulih hidroksil. Senyawa fenol cenderung mudah larut dalam air
karena umumnya sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida, dan
biasanya terdapat dalam vakuola sel. Beberapa ribu senyawa fenol telah
diketahui strukturnya. Flavonoid merupakan golongan terbesar, tetapi fenol
monosiklik sederhana, fenil propanoid,dan kuinon fenolik juga terdapat dalam
jumlah yang besar. Beberapa golongan bahan polimer penting dalam tumbuhan
seperti lignin, melanin, dan tanin adalah senyawa polifenol (Harborne, 1987).
Alkaloid
Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang
terbesar. Pada umumnya alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung
satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan, sebagai bagian dari
sistem siklik alkaloid sering kali beracun pada manusia dan banyak yang
mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol, jadi digunakan secara luas dalam
bidang pengobatan. Umumnya alkaloid tidak berwarna, bersifat optis aktif dan
sedikit yang berupa cairan pada suhu kamar (Harborne, 1987)
Minyak Atsiri
Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun,bunga,
biji, batang atau kulit dan akar atau rhizoma. Minyak atsiri disebut juga
minyak eteris yaitu minyak yang mudah menguap dan diperoleh dari tanaman dengan
cara penyulingan, biasanya tidak berwarna terutama bila masih dalam keadaan
segar, setelah terjadi proses oksidasi dan pendamaran makin lama akan berubah
menjadi gelap, untuk menghindarinya harus disimpan dalam keadaan penuh dan
tertutup rapat (Guenther, 1987). Minyak atsiri umumnya terdiri dari berbagai
campuran persenyawaan kimia yang terbentuk dari unsur Karbon (C),Hidrogen (H)
dan Oksigen (O) serta berbagai persenyawaan kimia yang mengandung unsur
Nitrogen (N) dan Belerang (S) (Ketaren, 1985). Beberapa minyak
atsiri dapat digunakan sebagai bahan antiseptik internal dan eksternal, bahan
analgesik, hemolitik atau enzimatik, sedativ, stimulan, untuk obat sakit perut,
bahan pewangi kosmetik dan sabun (Guenther, 1987)
Asam Oleanolik
Daun binahong diketahui mempunyai kandungan asam oleanolik.
Asam oleanolik merupakan golongan triterpenoid yang merupakan antioksidan pada
tanaman. Mekanisme perlindungan oleh asam oleanolik adalah dengan mencegah
masuknya racun ke dalam sel dan meningkatkan sistem pertahanan sel. Asam
oleanolik juga memiliki zat anti inflamasi. Kandungan nitrit oksida pada asam
oleanolik juga menjadi anti oksidan, yang dapat berfungsi sebagai toksin yang
kuat untuk membunuh bakteri. Jadi dengan adanya asam oleanik ini akan
memperkuat daya tahan sel terhadap infeksi dan memperbaiki sel sehingga sel
dapat beregenerasi dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar